tulislkan cerpen lengkap tentang politik
B. Indonesia
tio288
Pertanyaan
tulislkan cerpen lengkap tentang politik
1 Jawaban
-
1. Jawaban syakira82
Gila Politik
Gila politik. Ya mungkin itu adalah salah satu sebutan ku di universitas. memang orang yang belum mengenal ku mereka menganggap aku adalah orang yang selalu berfanatik dengan aliran politik atau sejenisnya. Ya memang begitulah aku. Aku selalu aktif pada semua organisasi yang berbau politik seperti himpunan mahasiswa dan yang sejenisnya.
Aku selalu tertarik dengan setiap detik demi detik tentang politik. Oleh karena itu aku di anggap orang yang berjiwa politik. Tapi ya biarlah orang anggap apa memang pada kenyataannya memang aku begitu.
Aku selalu menyangkut pautkan organisasi dengan politik karena aku memang menyukai politik praktis. Bagi ku politik adalah hal yang sangat menarik untuk selalu ku ikuti karena memang politik sangat berpengaruh untuk kehidupan kita sehari-hari sebagai rakyat biasa.
Politik bagi ku akan membawa ku pada sebuah hal yang ku anggap kritis. Karena politik itu kejam jadi aku sangat memperhatikannya. Setiap kegiatan yang ku ikuti di dalam kampus juga sarat dengan bau politik, seperti demo mahasiswa, orasi dan lain lain.
Aku memang orang yang sangat tertarik dengan dunia politik karena dari dulu politik adalah dunia ku. Aku tidak pernah mendapatkan nilai tinggi ketika pelajaran ilmu sosial kecuali mata kuliah ilmu politik dan hukum.
Bagi ku politik membawa ruang dimensi tersendiri dalam dunia pemikiran ku karena politik adalah seni kepemimpinan. Pernah suatu ketika aku mengikuti organisasi mahasiswa yang bernama himpunan mahasiswa islam.
Dimana kegiatan utamanya adalah pada kontrol sosial politik seperti demo dan orasi. Kala itu aku menganggap demo adalah hal utama dari mahasiswa karena mahasiswa adalah agen perubahan. Bagi ku mahasiswa kalau belum ikut demo sama aja bukan mahasiswa.
Mahasiswa yang tidak ikut demo hanya diam di kelas mendengarkan dosen berbicara pulang dan makan. Bagiku itu adalah hal yang kurang wajar bagi kalangan intelektual.
Kala itu aku mengikuti demo karena ajakan ketua organisasi. Karena organisasi itu sesuai dengan jalan pikiran ku jadi aku mengikuti saja tanpa aku melihat sisi pandang lain dari demo itu.
Ya demo, bagi ku demo adalah hal utama dari organisasi mahasiswa sekelas HMI. Tanpa demo mahasiswa tidak dapat melakukan control sosial kemasyarakatan.
Kala itu aku di tunjuk sebagai koordinator lapangan yang tugasnya mengarahkan mahasiswa lain untuk berdemo. Aku sangat semangat dalam melaksanakan tugas itu. Aku mengarahkan mahasiswa untuk tidak rusuh dan anarkis dalam berdemo. Tetapi menggunakan cara cara persuasif dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi di tingkat pemerintahan dan daerah.
Bagi kami anarkis adalah hal yang buruk tidak mencerminkan kami sebagai kaum intelektual. Ya mungkin itu adalah sebab mengapa aku di anggap sebagai mahasiswa yang gila politik karena memang aku selalu aktif di dalam kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan politik.
….. Sekian …